Bali – Lombok

Liburan yuukk…
Niat pergi ke Bali tapi akhirnya menyambangi Lombok yang lebih cantik.  6 – 9 Agustus 2011.

Begitulah jadinya akibat berburu tiket murah hehehe…giliran mendekati hari H kepergian, terbingung-bingung dengan pekerjaaan yang harus ditinggalkan.  Rindu Bali, suasananya, pantai dan berliburrrr akhirnyaaaaaaa…

Penerbangan pagi-pagi buta lagi… packing baru jam 3 pagi. take off jam 6.  Niat berlibur di Bali terusik oleh keinginan teman dan saya sendiri juga mau sih, untuk ke Lombok.

Holiday Arrangement semuanya dilakukan dadakan dengan hasil yang lumayan memuaskan hehehe… kadang happy go lucky memang betul, dinikmati saja.

Hotel di Bali kita pakai Niramaya hotel di kawasan Seminyak, sekitar 7 menit berjalan ke pantai Double Six, arah lurus berjalan dari cocoon.  Oh iya contact personnya namanya mas Yani, friendly dan baik.  Review di tripadvisor mengenai tempat ini juga cukup bagus kok dan memang tempatnya baguslah daripada yang banyak yang sudah saya kunjungi dengan rate waktu itu Rp. 500.000,- per malam untuk penginapan dengan satu kamar, tidak seperti kuta atau legian yang macet dan ramai, disini lumayan sepi.

Ide ke Lombok muncul sesaat setelah meletakkan tas-tas di Niramaya.  Nekat saja pesan ini itu saat itu juga…tiket pesawat yang kita pesan untuk pulang pergi Bali-Lombok malah lebih mahal daripada tiket promo AA Jakarta – Bali yang waktu itu PP berhasil kita dapatkan tidak sampai Rp. 300.000,- .  Bali – Lombok? dengan Merpati, hanya 20 menit lama penerbangannya dengan harga Rp. 600.000,- PP hiks…  Kenapa tidak pakai ferry saja?? karena kita tidak punya banyak waktu dan bukan hanya mau ke gili tapi juga ke Senggigi.  Dengan ferry? 4 jam perjalanan (katanya) langsung ke Gili tidak mampir Senggigi dengan biaya kalau tidak salah Rp. 400.000,-.  Kalau dengan pesawat selain lebih cepat juga bisa keburu kalau mau pulang hari, seperti yang dilakukan bule sebelah kursi saya yang bilang karena bosan di Gili langsung pulang hari itu juga. (rugi aja tuh! hehe)

Menginap sehari di Niramaya, keesokan paginya, lagi-lagi jam 6 pagi sudah standby di airport menuju Lombok. Tiket pesawat, mobil berikut supir dan hotel sudah langsung dipesan, sedangkan tujuan wisata…dibawa santai saja.

Beruntung kita memesan pada orang yang tepat, liburan yang menyenangkan!

—————————————————————–
Belum sempat saya menyelesaikan tulisan di atas, sudah keburu balik lagi saya ke Bali dan Lombok di Desember 2011.
Sungguh…. liburan memang bukan melulu tentang lokasi ataupun tujuan tapi bagaimana menikmati liburan dan kadang pergi dengan siapa, banyak mempengaruhi penilaian tentang tempat yang kita kunjungi!!  Karena…. beda orang beda keinginan, beda cara pandang dan beda cara menyikapi situasi, kondisi atau ssssstttt……
Liburan sajalah! ga usah dipikirkan  kalau tentang liburan, jalani saja!!  saya setuju!! kalau nyasar juga jalani saja! enjoy, menyenangkan kok asal jangan ke pelosok gelap gak jelas ya.. berbahaya hehe…
Perjalanan pertama dan Kedua saya lalui dengan rute dan cara yang sama dan contact person yang sama di Lombok.
Penerbangan
Air Asia, murah meriah hore masih jadi andalan (Jakarta – Bali) sedangkan Bali – Lombok (Denpasar – Mataram), saya menumpang dengan Merpati. Bisa lihat jadwal penerbangan merpati disini atau travel lah.  Sedangkan kali kedua saya menggunakan Trigana air dari Denpasar  dan sebaliknya Mataram – Denpasar.
Biaya? untuk kedua penerbangan tsb dalam dua kondisi yang berbeda, saya mendapat tarif yang hampir sama sekitar Rp. 600.000,- s.d Rp. 700.000,- pp
Penginapan
Di bulan Agustus 2011 saya sangat senang direkomendasikan dan tinggal di Holiday inn – Senggigi dan waktu itu airport juga lebih dekat ke Senggigi.   Yang saya ingat tentang hotel ini? mmm…jangan diketawain yah…tapi breakfast menunya saya suka…banyak macam dan enak. Kamarnya? penginapannya model resort, dan saya suka. Uniknya kamar mandi mereka agak terbuka, ada space antara lantai terakhir dan tembok jadi ada ruang terbuka sedikit. Untuk bersama keluarga juga menyenangkan pastinya karena pantai dan kolam renang nya bisa untuk bermain mereka (aman untuk anak-anak).  Single or couple traveller?? hehe lebih ga masalah lagi.  Tarif? waktu itu saya membayar Rp. 750.000,- per malam.
Sedangkan di bulan Desember karena booking terlambat dan harga yang membubung tinggi di musim liburan, saya tidak memilih hotel yang sama, dan beruntung lagi-lagi direkomendasikan hotel yang bagus: The Candinamanya, group dari living asia resort. Karena tidak punya pilihan, saya mengiyakan saja tawaran yang diberikan.  Saat itu hotel ini baru saja dibuka dan baru selesai, saya hanya modal percaya kepada contact person saya di Lombok.  Dan begitu sampai serta melihat hotelnya…wouw….  Dari jalan hotel ini memang terjal seperti lembah, berada di bawah bertetangga dengan tanah kosong kebon kelapa malah ada lembu dan sapi…tapi begitu masuk lingkungan resortnya…sesuai dengan yang tertera di web nya (yang belum lengkap) : so nature so life!!
Baru ada 9 resort dengan model studio waktu itu, double bed, berjendela kaca yang bertirai gulung mengelilingi hampir separuh kamar;  jadi pantai bisa langsung terlihat. Sekitar jam 9 pagi duduklah di restaurant yang tak berbatas dengan pantainya, atau duduk di kursi pantainya…akan terlihat banyak perahu nelayan dengan layar berwarna-warni yang baru pulang berlayar…cantik sekali! mmm menu breakfast di tempat ini hehe saya kurang suka, kalau boleh merekomendasikan pesan bubur ayam nya saja (enak) atau sekalian american breakfast, mereka a la carte bukan buffet seperti di holiday inn.  Menjelang sore sehabis sunset di malimbu duduklah lagi menikmati matahari tenggelam penuh disini…. pemandangan unik lainnya : anak pantai dari kampung sekitar yang bermain air, penggembala sapi yang menggiring sapinya kembali melewati pantai hotel hahahaha… unik yah, dan kalau suka photography : siluet yang indah dan pemandangan yang indah, saya sampai terbengong-bengong gak nyangka waktu itu tapi sempat terekam di video kamera saya. hmmm promosi yang panjang.. pokoknya saya suka!! Hanya saja…kamar mandinya!! HADEUH… cantik memang tapi terlalu terbuka/area terbukanya terlalu lebar. ruang shower nya benar-benar tidak beratap (bagaimana kalau hujan? sekalian showering air hujan hehe…) dan sebagian kamar untuk orang yang tinggi bisa melihat bus yang lewat di jalan nun jauh haha…ada yang bilang : “seperti exhibisionist rasanya mandi terbuka” haha…..tapi gak teralu begitu masalah setelah hari kedua dst… alamnya lebih membuai. Hanya memang ketika malam ke kamar mandi akan terdengar hempasan ombak dan mmm…duduk di toilet tak habis menatap pohon kelapa, …. saya… haha…takuttttt… tapi  tidak spookey sama sekali kok sebenarnya.  Tarif? Rp. 1.000.000,-/malam waktu itu… musim liburan gitu loh.
Oh iya….saya tidak memilih area backpacker di lombok karena memang benar-benar mau menikmati. Pergi ke arah senggigi beach hotel ke atas lagi … bisa ditemui lokasi backpacker dan disini (atau dekat pasar seni) bisa banyak ditemui tempat makan.
Kesulitan saya selama berada di Lombok adalah : makan!! Dari penginapan harus pergi keluar untuk mencari makan berbeda dengan seminyak, legian, sanur apalagi kuta di bali yang berjejer tempat makan tinggal pilih.  Begitu juga saat berwisata, dan tempat makan rekomendasi si guide sekaligus merangkap supir kita pun buat saya… mmm …well.. mungkin memang lidah saya tidak sesuai dengan makanan daerah Lombok.  Biaya tiap kali makan? samalah dengan sekali makan kita di Jakarta. No worries!! tergantung pilihan, ini negara sendiri, tak ber kurs :p
Menyeberang ke Gili..
Suka snorkling, diving atau bermain-main di dalam air dan luar air alias pantai… Gili-gili memang juaranya, arinya bening, pantainya bersih… panasnya? makkk… menyengeat dengan angin yang sepoi membuai…hitam legam kelam pasti imbasnya hehe…Saya tidak diving tidak juga snorkeling ehem ga bisa berenang. Tapi saya menikmati pantai dan pemandangan, serta sunyinya serta alamnya….saya hanya selalu mencoba menikmati dan saya memang menikmati di luar kejadian yang tidak bisa saya nikmati ahahay…
Ada 5 gili besar yang bisa dan biasa dikunjungi : Gili trawangan yang terbesar dan teramai dan terkenal, Gili Air, Gili Meno sedangkan yang dua lagi saya lupa atau saya salah? silahkan tanya om gugel. Nih bisa juga jadi acuan wisata.  Dengan mobil dan Supir yang sudah bersama kita sejak awal saya hanya sempat mengunjungi Gili Trawangan di Agustus. Waktu itu jadi satu-satunya eh tiga-tiganya pribumi yang berkunjung selain juga/diluar tukang sayur, tukang ikan, tukang kue, tukang kerupuk yang bersama kita dalam perahu entah ferry itu kategorinya hehehe…. kan murah meriah hore…ketika kita beli tiket penandanya adalah warna-warna tiket tersebut. Kalau waktu perjalanan sama ya ngapain ambil yang mahal, pergilah dengan tiket seharga Rp. 15.000,- saja hehe…tapi space tempat duduk nya sudah dikuasai tukang sayur dan pasukan tukang-tukang lainnya (ikan, kerupuk, kue) hihihihi…..bau ikan lah…tapi seru kok walau awalnya enggan duduk malah jongkok tapi jadi pasrah duduk juga cuapek….45 menit perjalanan menyeberang. Gili itu artinya pulau.
Dengan kapal tersebut kita bisa pergi-pulang, alias pergi pagi jam 8an dan kembali jam 4 sore. bisa juga menginap di villa Ombak yang banyak dikunjungi.  Waktu itu saya pulang hari.  Hanya foto-foto dan berkeliling pakai sepeda sewaan seharga Rp. 10.000,-atau Rp. 15.000,- per jam kalau gak salah.  Jika lapar, bisa makan di saung-saung gazebo di pinggir pantai. Jika tidak memilih bersepeda ataupun bermain air atau berjalan panas-panasan bisa juga memilih kelilingan dengan cidomo alias CikarDokarMotor (seperti delman/dokar tapi ban nya pakai ban motor) atau ya sekedar leyeh-leyeh di pantai. Karena sudah mati gaya gak juga snorkeling, ya saya memilih pulang sebelum jadwal kapal kembali….Saya menyewa kapalnya sajalah jadinya untuk balik.  Tawar yaaa…Rp. 200.000,- waktu itu kalau tidak salah biayanya.  Kebetulan ada yang sudah mati gaya juga dan sebelum ke loket ya saya hadang dan ajak barengan hehe…asik lumayan tanggung bareng, saweran ber 9 gak pake bau ikan lagi 
Kali kedua di Lombok, saya juga mengunjungi Taman Narmada di Mataram.  Hmmmm gak banyak tempat sempat dikunjungi karena hanya 3 hari. Di taman Narmada itu ada sumber air suci yang berada di dalam rumah.  Ada juru kuncinya seorang bapak yang menghaturkan doa-doa saat kita berkunjung ke dalamnya. Kalau ke tempat ini langsung saja ya, jangan mau kalau diminta uang macam-macam oleh orang yang mengaku-ngaku untuk membeli bunga,doa, menunjukkan jalan dll. Cukup turun dari gerbang gapura bali ke  arah kolam dan tanya saja orang disitu pasti tau kok.
Tanjung Aan.  Jangan lewatkan tempat ini ya! Jika di Senggigi dan sekitarnya pantai berpasir hitam, Tanjung Aan dan Kuta berpasir putih dengan butiran pasir yang besar hampir seperti merica.  Sayangnya tidak ada tempat berteduh di pantai ini, bahkan ketika September saya kesana sangat sunyi dan memang tak berpenghuni.  Pergilah naik ke bukit yang ditumbuhi rumput di atasnya, wiiihhh….. cantik banget pemandangan sekitarnya. Anginnya sangat kencang, walau panas tetap sejuk jadinya.  Sewaktu Desember saya datang lagi ya ramai sudah dengan pengunjung lokal yang juga merayakan libur. Dekat dengan pantai Kuta, disanalah ada Novotel. Hotel ini memiliki akses langsung ke pantai sunyi dan bersih itu, sayangnya saya tidak sempat menginap disana, waktu itu ditawarkan Rp. 900.000,- per malam rate kamarnya.  Jika bulan Agustus jarak Airport lebih dekat ke Senggigi, sekarang setelah airport dipindah maka lebih dekat ke Kuta dan tentu saja hotel Novotel.  Jika hendak berwisata melihat desa adat juga ada, tapi saya tidak kesana.
Itu saja cerita saya… panjang yaa hehe…  Bali atau Lombok Vi jadinya??? hmmm….. tergantung!!  Kalau mau lebih fun mungkin Bali, sana-sini banyak objek nya dan sudah lebih dikenal jadi juga lebih terkesan nyaman, mau apa aja juga ada.  Lombok.. nikmati!! kalau dinikmati ya menyenangkan!! hanya jangan berharap seramai dan semudah di Bali. Tapi kalau bosan di Bali ya Lombok menyenangkan untuk menyingkir sejenak.  Kalau disuruh menginap selama 3 hari di Candi resort itu juga saya mau ga kemana-mana hanya menikmati suasana hehe…  Jika hendak berlibur sebentar? pergilah ke Bali saja masih banyak juga yang bisa dieksplor kok. Ke Pantai padang-padang saya belum, Amed juga belum… ahhh cantiknya indonesia  Jadiiiii yukkkk backpackeran ke luar negeri lagi hihihih……hloooohh… yeeeee…
Life is always beautiful!!!!  (meyakinkan diri sambil melihat tumpukan rutinitas dan terjebak di depan laptop, kerja tiada akhir) Semangat!!!!!!!!!!!! hiks kangen liburan.
Malas mengatur sendiri dan memilih – milih paket perjalanan? mau contact person saya disana? dicatat yah :
Lombok, dengan Mbak Yani – HP : 0813-3982 8427 orangnya sangat baik dan membantu.
minta saja diatur tiket dan hotel bisa dengan harga relatif murah kok (seperti yang saya lakukan)
Hotel Niramaya – Bali : Mas Yani – telp : 0361-8850573 staff mereka sangat baik dan bersahabat. Saya sempat sakit ketika Desember kesana dan mereka menawarkan memanggil Dokter untuk datang ke penginapan. Baik yah…. penginapannya juga menyenangkan dengan kolam renang kecil.  Kalau mau ambil yg dua kamar ambil yang diatas deket pintu masuk ya. Homy banget. Tapiiii susah cari makan 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s